Malam kelam meneteskan kesedihan, roda kehidupan berputar seiring waktu berjalan. Rumput-rumput hijau bergoyang, seakan berirama ketika diterpa oleh angin. Sedikit demi sedikit harapan mulai terkikis habis karena keadaan. Bertahan, dan mencoba untuk tetap tegar dalam menghadapi cobaan. Hanya ada air mata yang ada dalam puing-puing kehidupan.Cantik, rajin, dan baik, itulah Windy. Gadis yang kurang beruntung di kehidupannya. Hidup sendiri tanpa pernah merasakan sebuah kasih sayang dari kedua orang tuanya. Hanya kakek satu-satunya orang yang ia punya saat ini. Duduk termenung, menatapi rembulan malam yang semakin memucat. Tak ada ibu, dan tak ada ayah tercinta. Tinggal terpisah, tetapi tidak bercerai. Tak pernah ada kabar dari keduanya.
“ Dimana mereka???” ucap Windy,,,
“ apakah mereka baik-baik saja???” ( sambil duduk termenung ).
Sepoi angin malam perlahan menerpa wajahnya. Tak lama kakek pun datang dan memegang pundak Windy. Windy pun terkejut.
“ apa yang kamu lakukan disini Windy???” Tanya kakek, , ,
“ tidak apa kek, aku cuma sedang rindu akan Ayah dan Ibu. . .jawab Windy,,
“ tapi sebaiknya kamu segera tidur, udara malam tak baik untuk kesehatanmu. Hari juga sudah mulai larut malam” . kata kakek,,,
“ baik kek, aku akan segera tidur”. Sahut Windy,,,
Pagi pun tiba, Windy bergegas bangun dari tempat tidurnya. Bersiap untuk bekerja menjual dagangannya. Hanya dengan berjualan lah ia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Duduk di bangku sekolah, memakai pakaian seragam tak pernah ia rasakan. Tak mampu bersekolah karena faktor ekonomi. Kakeknya hanya seorang pemulung. Untuk makan sehari-hari saja, sudah sangat sulit untuknya.
Hari demi hari siring berganti. Senyuman selalu menghiasi bibir mungil itu. Meski berat perjalanan hidup, tak pernah satu kata pun terucap untuk menyerah.
Suatu hari, Windy bertemu dengan seorang pemuda tampan. Windy bertemu dengan pemuda tersebut saat pemuda itu menabrak dan menjatuhkan dagangannya, hingga berhamburan.
“ maaf aku tak sengaja” kata pemuda itu,,,
“ tak pa” jawab Windy,,( sambil mengambil dagangannya yang jatuh berserakan ).“ akan ku ganti kerugianmu” kata pemuda itu,,
“ terima kasih, itu cukup membantuku” sahut windy,,
“ siapa namamu??” Tanya pemuda itu,,
“ aku Windy,, namamu siapa???” Tanya windy kembali,,,
“ aku Fai, senang bertemu denganmu…bisakah kita menjadi teman??? Tanya pemuda yang bernama Fai sambil mengulurkan tangannya, , ,
“ tentu saja, kata Windy. . .( sambil mengeluarkan suara gugup )
“ mari ku antar kau pulang kerumah,,, ucap Fai..
Sesampainya dirumah, Windy mengetuk pintu depan rumahnya. Sambil memanggil kakeknya. Kakek..kakek… teriaK Windy dengan suara nyaring. Tapi tak ada suara apapun yang terdengar. Tak ada suara kakek menjawab di sana.
“ Mungkin kakek belum pulang, kata Windy,,,
Didorong perlahan pintu rumahnya, ternyata pintu tersebut tak tekunci.
“ Silahkan masuk”,, kata Windy menyuruh Fai. . .
“ Baiklah, jawab Fai, , ,( sambil tersenyum). .
“ Maaf rumah ku kecil mungkin berbeda dengan rumah yang kamu miliki” ucap Windy..
“ Tak apa, yang penting bisa ditempati. Itu sudah cukup bagiku”. .kata Fai,,
“ Duduklah!! Akan ku buatkan teh manis untukmu”, ,kata Windy,,,
“ ya, terimakasih. . jawab fai, ,
Windy pergi kedapur untuk membuat teh manis. Ketika teh selesai di buat dan akan di berikan kepada Fai, Windy terkejut melihat kakeknya terbaring lemas tak berdaya. Ia pun menjatuh kan teh yang ada di tangannya.
“ kakek-kakek”, bangun kek. . .kata Windy,,,
Fai yang mendengar suara tersebut langsung menghampirinya..
“ Ada apa windy”??? Tanya Fai, ,
“ Kakek” ( sambil menangis ), ucap Windy,,“ Astaghfirullahhalazim,,ada apa dengan kakek”?? Tanya Fai yang juga terkejut…
“ Aku juga tidak tau, tiba-tiba aku sudah menemukan kakek terbaring lemas tak berdaya”,, jawab Windy..
“ Ayo segera kita bawa kakek ke rumah sakit”…ajak Fai, ,
Tak berapa lama setelah sampai di rumah sakit, kakek Windy tidak bisa terselamatkan. Kakek Windy terkena serangan jantung. Betapa terpukulnya Windy saat itu, orang satu-satunya yang ia miliki kini telah tiada. Windy harus menjalani hidupnya sendiri, tanpa seorang kakek di sampingnya.
Berat rasanya hidup tanpa ada seorang pun. Taburan kembang menghiasi pemakaman kakeknya, disana Windy melihat ada sepasang merpati putih yang hinggap di batu nisan tempat peristirahatan kakeknya yang terakhir. Ia melihat sepasang burung merpati tersebut bercanda dan berkicau. Didekatinya lah burung tersebut, dekat semakin dekat seekor merpati tersebut terbang entah kemana. Lalu ia sadar bahwa sepasang burung merpati tersebut sebagai simbol ia dan kakeknya. Disitu menangislah Windy tak tertahankan..
“ Sudahlah jangan kau tangisi,ini adalah takdir Tuhan”.. kata fai,,( memberikan semangat kepada Windy )
Waktu telah berlalu, windy mulai terbiasa hidup sendiri. Ada Fai yang menemaninya setiap hari. Mereka berdua bagaikan sepasang kekasih. Hingga akhirnya Fai melamar Windy. Mereka pun menikah. Dari situ lah Windy mendapatkan kebahagiaan yang lebih.
Fai , laki-laki yang telah lama ia kenal kini menjadi suaminya. Hingga mereka di karuniai seorang anak laki-laki yang tampan. Betapa bahagianya mereka berdua. Tepat pada hari ulang tahun Windy, Fai mengajak Windy ke suatu tempat. Entah apa yang akan di lakukan Fai, Windy pun tak tau.
“ Tutup matamu”, kata Fai,,
“ Kenapa”??, Tanya Windy,,
“ Sudahlah ikuti saja perintahku “,,kata Fai,,
Tempat yang sunyi, gelap juga indah. Disana terdapat lilin-lilin kecil yang menerangi gelapnya malam. Terasa hembusan angin yang sejuk, dan suara ombak yang gemuruh. Bunga mawar yang tersusun rapi di meja makan, membuat keadaan semakin romantis.
“ Buka matamu”,,kata Fai,, Perlahan Windy membuka matanya.
“ Ini sungguh indah, terimakasih atas kejutannya”.kata Windy,,
“ Kamu pantas mendapatkannya manis”.kata Fai,,
“ Kamu bias saja memujiku”.ucap Windy,,
“ Akan ku lakukan apapun untukmu agar kau bahagia istriku”.kata Fai,,
“ Ku sangat bahagia menikah denganmu”.kata Windy,,
“ Aku juga” ,,kata Fai sambil mencium kening Windy,,
“ Kita tak akan terpisahkan, hanya maut yang dapat memisahkan kita”,,kata Fai,,
“ Kau janji tak akan pergi dari ku”??? Tanya Windy,,
“ Tentu, kita akan bersama selamanya”.jawab Fai,,
Disana mereka mengucap janji untuk hidup bersama selamanya. Dalam suka maupun duka. Bukan hanya itu kejutan dari Fai, ada selembar puisi yang di berikan untuk Windy. Puisi tersebut ditaruh di dekat rangkaian bunga mawar.
“ Apa ini”??? Tanya Windy,,
“Baca saja”,,,jawab Fai,,Windy pun membuka lembaran kertas itu..

Windy pun tersenyum membaca puisi tersebut. …
“ Maaf,, aku kurang pandai membuat puisi”..ucap Fai,,
“ Tak apa ini cukup bagus untukku”..kata Windy..
Tak terasa waktu mulai larut malam. Lama sudah mereka lalui waktu berdua.
“ Fai , sepertinya kita sudah terlalu lama disini”???
“ Iya, itu benar!! .jawab Fai,,
“ Ayo kita pulang,,bagaimana anak kita dirumah”???
“ Tenanglah , ada bibi yang menjaganya dirumah,”,,kata Fai,,,
“ Sebaiknya kita pulang sekarang”,,,,ajak Windy,,
“ Baiklah jika itu mau mu”….
Sesampainya dirumah windy langsung melihat kekamar, anaknya ternyata sedang tertidur lelap. Anak yang bias berjalan itu adalah malaikat kecilnya, yang sangat berharga..Gabriel, itulah nama yan ia berikan pada anaknya.
“ Apa ku bilang,kamu hanya terlalu khawatir pada anak kita”. Ucap Fai..
“ Iya kamu benar”….sahut Windy..
“ Tidurlah!! Hari sudah mulai larut malam”,,,ucap fai..( Kecupan selalu menghiasi kening Windy)
Pagi mulai datang, ayam berkokok saling bersahutan. Dan matahari muncul mulai arah timur. Pagi itu Fai dan Windy akan pergi berlibur.mereka berkemas menyiapkan barang-barang yang akan di bawa. Mereka akan pergi ke Bali untuk mencari suasana baru. Bukan manusia namanya jika tak pernah lupa. Karena Windy dan Fai terburu-buru, Fai memakai kaus kaki yang berbeda satu sama lain. Setelah sampai di tengah jalan Fai baru sadar bahwa ia memakai kaus kaki yang berlainan. Windy tertawa terbahak-bahak melihat suaminya memakai kaus kaki yang tak sama antara kanan dan kiri.
Beberapa jam berlalu, mereka akhirnya sampai di tujuan. Belum sempat bersenang-senang, hal buruk terjadi menimpa Fai. Ketika melintas menyeberangi jalan, Fai di tabrak sebuah mobil hingga terlempar. Fai pun seketika tak sadarkan diri. Windy yang melihat suaminya terkapar tak berdaya, langsung meminta bantuan untuk membawa Fai kerumah sakit. Sesampai di rumah sakit Fai pun sadar dan berkata kepada Windy..
“ windy ,, jaga anak kita baik-baik”.. kata Fai,,“ Itu pasti, karena Gabriel anak kita”,jawab Windy,,
“ Jaga dirimu baik-baik..aku selalu mencintaimu selamanya”..ucap Fai,,
“ Sudahlah !! jangan berkata yang bukan-bukan”.. ucap Windy sambil menangis dan memegang erat tangan Fai.
Seketika Fai mulai melepaskan genggaman tangan Windy dan tak sadarkan diri. Windy berteriak memanggil dokter. Ketika dokter datang dan memeriksa Fai, ternyata Fai telah dinyatakan meninggal dunia. Harapan tak selamanya seperti apa yang di inginkan. Mimpi takkan selamanya indah. Tuhan telah memanggil Fai kembali kepangkuannya. Windy menangis tak tertahankan. Dulu, kakek satu-satunya yang ia punya telah pergi meninggalkannya. Kini,, laki- laki yang sangat di cintainya pun telah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Hanya Gabriel yang ia miliki saat ini. Semua kenangan hanya tinggal sejarah, yang selalu di kenang dalam kehidupan. Dan selalu terukir dalam benaknya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar